Saya masih ingat malam itu di pertengahan tahun 2019. Ketika tiba-tiba ada sebuah panggilan masuk melalui WhatsApp. Panggilannya singkat, bukan dari sales yang sedang menawarkan jasa pembuatan kartu kredit atau asuransi, bukan dari oknum yang mengaku-ngaku saudara untuk meminta uang karena sedang di kantor polisi, atau penelpon misterius yang menginformasikan saya menang undian berhadiah dan harus segera mentransfer biaya pajaknya. Melainkan panggilan ini berasal dari salah seorang teman kampus yang kurang lebih isinya begini: “Jau ikut muncak yuk.” “Gass, kapan nih?” “Mantull, nanti jam setengah 12 aku jemput ya.” Malam itu, saya sedang duduk santai di kamar indekos usai mengerjakan tugas kuliah. Sebagai seorang mahasiswa yang rajin, saya memang biasa tertib mengerjakan tugas. Semasa kuliah sering saya kerjakan tugas ketika hari esok deadline, biar tugasnya masih fresh pikir saya. Seringnya berkutat dengan kegiatan perkuliahan, sehingga saya rasa perlulah sekali-kali healing dengan ik...
Belakangan gue lagi banyak banget pekerjaan, yang hampir setiap hari seperti diberondong habis-habisan. Bekerja disalah satu e-commerce yang dibilang menjadi salah satu idolanya warga +62 memang gampang susah. Apalagi saat menjelang event (1.1, 2.2, ..dst) dan setelahnya masih dikeroyok pekerjaan yang membabi buta. Maklum event seperti ini layak dipanggil hari belanja nasional bulanan. Biasanya paling ramai dari 8.8, 9.9, sampai 12.12 yang konon menjadi puncak hari netizen belanja. Banyaknya kerja porsi WFH dari pada WFO tentu membuat gue lebih sering menghabiskan waktu berjam-berjam di rumah. Seringkali tidak terasa aktifitas tersebut membuat badan sakit semua lantaran seharian otot-otot tegang karena menanggung beban hidup badan. Tak sampai disitu beban akan semakin terasa ketika mendekati tanggal tua. Maklum gue anak kosan yang hidup di ibukota tentu segala kebutuhan harus terencana. Lah gimana egga kalo tiba-tiba budget bulanan abis ditengah jalan. Bisa makan mie instant tia...